Menguasai Diri

Lukas 4 : 1-13

Odoo CMS- Sample image floating

Kadang orang terlalu cepat menyimpulkan bahwa yang menyebabkan ia jatuh dalam pencobaan adalah godaan dari pihak luar. Seolah in gin mengatakan bahwa  seandainya tidak ada godaan, ia pasti terhindar dari berbuat salah. Pada beberapa kasus kekerasan seksual misalnya. Di tengah riuh rendah simpati dan dukungan yang ditujukan pada korban, toh masih saja muncul tanggapan-tanggapan seperti “kenapa jalan sendiri d i tempat sepi? Kenapa pakai baju seksi?” Semua itu adalah tanggapan yang menyalahkan korban. Apa yang ada di balik tanggapan itu adalah cara berpikir yang selalu menyalahkan orang lain jika dirinya sendiri gagal melakukan yang benar dan baik.

Kita memang lebih mudah menyalahkan orang lain daripada berdiri di depan cermin dan menanyakan pada diri sendiri tentang kesalahan apa yang sudah diperbuat dan apa yang perlu diperbaiki. Kisah pencobaan yang Yesus alami adalah pengingat bagi kita yang kerap berpikir demikian. Bahwa yang mengakibatkan seseorang jatuh di dalam pencobaan bukanlah pihak luar yang datang dengan segala hal yang menggoda iman. Melainkan ketidakmampuan dalam menguasai diri. Yesus menang atas pencobaan bukan karena godaan iblis tidak menarik. Melainkan karena Yesus memiliki penguasaan diri yang baik. Ia tidak membiarkan diri-Nya tunduk pada apa yang tidak berasal dari Allah. Sampai akhir, Ia tetap menunjukkan ketaatan-Nya pada Allah.

Seorang teman bercerita bahwa pada suatu hari ia dikejutkan dengan kiriman paket yang ia terima. Ia bahkan tidak ingat kapan membelinya. Sampai ia sadar bahwa barang itu dibelinya melalui sebuah situs belanja online karena sedang ada diskon bukan karena memang benar-benar perlu. Apakah kemudian ia harus menyalahkan situs belanja online yang membuat diskon tersebut atas kekhilafannya dalam berbelanja? Tentu saja tidak. Ia pun mengakui bahwa dirinya sendiri yang sudah gagal menguasai diri sehingga tergoda untuk belanja.

Daripada menyalahkan yang lain saat kita mudah tergoda diskonan, tergoda untuk marah, tergoda untuk bergosip, tergoda untuk tidak setia, tergoda untuk korupsi, tergoda untuk bolos, tergoda untuk nyinyir, tergoda untuk berbohong, lebih baik mengakui kelemahan-kelemahan kita. Ketika kita mau mengakui kelemahan diri sendiri, kita akan tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk mengupgrade diri kita.

Pokok Doa

Tuhan ajarlah kami untuk dapat menguasai diri