Berdiam Diri

“Berdiam diri pada masa adven untuk lebih meresapi berita Natal adalah sebuah cara bijak mempersiapkan diri agar kita dapat membuat perayaan Natal menjadi lebih bermakna.”

Apakah anda orang sibuk? Apakah anda senang menjadi sibuk? Apakah anda suka disebut sebagai orang sibuk? Kesibukan dapat memiliki arti dan tujuan yang baik. Misalnya, keberhasilan hanya diraih oleh orang-orang yang mau sibuk bekerja atau sibuk belajar. Kesibukan juga dapat menjadi cara untuk melupakan kepahitan atau kesedihan akibat pengalaman di masa lalu. Jangan lupa pula bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang memberikan apresiasi sangat tinggi kepada yang namanya kesuksesan. Kesuksesan sendiri tidak akan dicapai dengan berpangku tangan saja. Mungkin inilah yang membuat tidak ada orang menjadi bangga jika dirinya dikatakan sedang menganggur atau sedang menjadi pengangguran. 

Firman Tuhan berkata, “Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus” (Zakharia 2:13). Permintaan untuk berdiam diri dialamatkan kepada umat Tuhan yang dipanggil pulang ke Yerusalem dari tanah pembuangan. Permintaan berdiam diri disampaikan kepada umat Tuhan di tengah sukacita dan kesibukan persiapan mereka untuk kembali ke tanah perjanjian. Berdiam diri untuk memperhatikan dan mendengarkan Tuhan berfirman kepada mereka. Tuhan berfirman bahwa Ia telah berangkat dari tempat kediaman-Nya di sorga. Bahwa Ia akan tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Ia mau melakukan hal ini sebab umat adalah biji mata-Nya. Artinya, umat begitu penting dan berharga bagi-Nya, sehingga Ia berkenan merawat, menjaga dan melindunginya. Inilah berita yang Tuhan mau sampaikan kepada umat-Nya, dan mereka perlu berdiam diri untuk dapat mendengarkan dan memahami berita tersebut dengan baik. 

Odoo CMS- Sample image floating

Natal membuat banyak orang Kristen menjadi lebih sibuk daripada biasanya. Kesibukan itu biasanya sudah terlihat sejak masa adven. Kesibukan mempersiapkan acara-acara Natal di gereja, keluarga, sekolah, maupun di tempat kerja. Hanya saja karena masa pandemi, maka aktivitas Natal, tanpa mengurangi kualitas, menjadi terbatas dan berkurang jumlahnya. Mungkin kondisi ini membuat kita yang selama ini selalu sibuk serta menyibukkan diri dengan berbagai macam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Natal menjadi sedikit kecewa. Meskipun demikian keadaan ini semestinya justru menjadikan kita memiliki kesempatan dan waktu lebih banyak untuk berdiam diri. Berdiam diri untuk memperhatikan dan mendengarkan Tuhan berfirman kepada kita. Berdiam diri  untuk menghayati makna Natal bagi diri kita sendiri sebelum kita memberitakannya kepada orang lain. Berdiam diri untuk menghayati betapa kita akan merayakan pemberian hadiah terindah dari Tuhan kepada kita, yaitu kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Mengingat mungkin dalam menyongsong Natal pada beberapa tahun terakhir ini, kita malah justru menanti-nantikan dan merindukan sekali pemberian hadiah Natal dari orangtua atau pacar. Berdiam diri untuk memikirkan apakah yang akan kita berikan sebagai hadiah Natal terindah kita kepada Yesus Kristus. Mengingat mungkin dalam menyambut Natal pada beberapa tahun terakhir ini, maka sejak satu bulan sebelumnya kita malah sibuk memikirkan dan menyiapkan hadiah Natal yang akan diberikan kepada suami/isteri atau pacar. Berdiam diri pada masa adven untuk lebih meresapi berita Natal adalah sebuah cara bijak mempersiapkan diri agar kita dapat  membuat perayaan Natal menjadi lebih bermakna.

Marilah kita melangkah menuju Natal dengan memahami tujuan Natal itu sendiri. 

(josafat kristono)